Kamis, 09 April 2015 - 05:41:28 WIB
CARA CERDAS WARGA DESA SIDORUKUN GRESIK, KELOLA CSR DENGAN BUDIDAYA LELE
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Pokja I - Dibaca: 290 kali

Sukses melihat panen perdana lele di desa Sidorukun Gresik, Bupati Dr. Sambari Halim Radianto berharap agar budidaya lele di kembangkan di semua dusun di Kabupaten Gresik. Harapan itu disampaikan kepada pihak Manajemen PT PJB Jawa Timur dan PT PJB UP Gresik saat hadir pada acara panen perdana budidaya lele program urban farming atas binaan perusahaan bekerjasama dengan Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Gresik, Rabu (4/2/2015).
 
Keinginan Bupati ini terkait pengakuan dari GM PT PJB UP Gresik, Sugiyanto yang katanya, CSR yang diberikan ini hanya sebagian dari beberapa program CSR yang telah dikucurkan dibeberapa wilayah. Menurut Sugiyanto perusahaannya merupakan pemasok listrik yang mencukupi 25 persen kebutuhan listrik di Indonesia.
 
Diakuinya, CSR untuk budidaya lele di desa Sidorukun memang pertama kali dilakukan atas biaya dari Corporate Social Responbility (CSR) PT PJB UP Gresik. “ Kebetulan kegiatan ini sangat klop dengan program urban farming Pemkab Gresik. Kami puas atas hasil ini. Semoga budidaya lele ini bisa menjadi percontohan untuk beberapa daerah” katanya.
 
Atas sukses akan hasil budidaya lele kali ini, Sugiyanto mengaku, Direktur SDM PT PJB Jawa Timur, Tri Laksono Sunu tertarik dan menyempatkan diri hadir. “Atas kehadiran Direktur PJB Jawa Timur ini berarti upaya kami ini sangat didukung. Semoga upaya kami ini bisa ditiru dan dikembangkan di daerah lain dan lebih luas lagi” tambahnya.
 
Tentang budidaya lele di Desa Sidorukun Gresik ini terlihat sangat berhasil. Hal ini terlihat pada panen perdana yang dilakukan oleh Bupati Gresik Dr. Sambari Halim Radianto serta Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Gresik, Maria Ulafa Sambari. “Ini lihatlah hasilnya” ujar Sambari kepada awak media dan masyarakat yang ikut menyaksikan, sambil mengangkat lele dengan jaring kecil disalah satu kolam.
 
Koordinator program budidaya lele desa Sidorukun, Slamet Pujiono (44) mengatakan, ada 3 kelompok pembudidaya lele didesanya yang masing-masing kelompok punya 4 kolam. Dalam satu kelompok tersebut ada 16 orang yang membagi kerja sedemikian rupa untuk merawat lele-lele tersebut. “Karena terlihat sukses, satu kelompok yang lain manambah 2 kolam lagi sehingga saat ini ada 14 kolam”.
 
Setiap kolam yang berukuran 2x4 meter ditaburi sebanyak 2000 benih ikan lele. “Dari perhitungan ekonomis setiap kelompok yang terdiri dari 4 kolam dapat meraih keuntungan total Rp. 7 juta lebih hanya dalam waktu selama 3 bulan” katanya. “Keuntungan ini bisa dioptimalkan nantinya bisa membuat pakan sendiri serta membuat hasil olahan lele yaitu kerupuk lele, abon lele, nugget lele dan bakso lele. Perencanaan itu sudah kami jajagi” katanya.  (sdm)